Book A Chance : “Membukukan Kesempatan”

Buku adalah jendela dunia

 

Mungkin peribahasa di atas udah sering banget dong kalian denger. Buku yang diibaratkan sebagai jendela untuk melihat cakrawala pengetahuan yang luas, tapi kira-kira peribahasa ini sering didengungkan ini masih relevan ngga ya dengan perkembangan zaman saat ini?

Seperti yang kita tahu era media digital yang udah berkembang jauh pesat dari apa yang diprediksikan dekade-dekade sebelumnya telah berperan besar dalam transformasi gaya hidup kita yang kini identik dengan kedinamisan dalam mengakses informasi. Tinggal ketik dan tekan enter di laman pencari seperti Google, Yahoo!, dll. Voilaa! Info apapun yang kamu pengen cari langsung muncul seketika.

 

Semua terasa mudah di zaman yang kaya akan akses menuju informasi yang up-to-date, lalu apa kabar media cetak seperti buku, majalah, koran dsb? Bagi pecinta buku, sepertinya hal ini bukan masalah bagi buku-buku yang nangkring di pojok rak buku, di etalase-etalase toko buku. Tetapi bukan berarti hal itu ngga menjadi masalah loh, ternyata data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 dapat dijadikan gambaran bagaimana minat baca bangsa Indonesia. Data itu menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada minggu hanya 55,11 persen. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22 persen, buku cerita 16,72 persen, buku pelajaran sekolah 44.28 %, dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 persen. (dikutip dari http://eka-zulkarnain.blogspot.com/2009/11/minat-baca-di-indonesia-buruk.html).

Itu artinya kegiatan membaca belum jadi prioritas utama masyarakat kita yang umumnya masih muda-muda ini untuk mengupgrade informasi kita. Padahal, pola pikir yang kritis itu tumbuh dari kebiasaan membaca loh. Sering denger kan cerita kakak-kakak mahasiswa tingkat akhir yang kadangkesandung skripsinya belum kelar dikarenakan kurang dalamnya referensi yang mereka ambil untuk memperkuat baik basis teori, hipotesis, maupun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsinya?

Nah, bersyukur banget buat teman-teman yang aksesnya untuk mengunduh informasi yang kalian perlukan itu gampang banget. Finansial yang cukup memberikan kita akses untuk membeli buku yang kita butuh dan inginkan apalagi untuk berlangganan layanan internet. Coba bayangin deh gimana rasanya hidup dengan kekurangan akses akan informasi apalagi yang ada hubungannya sama studi kalian.

 

Nah di sini, teman-teman dari Bogor Youth Movement (BYM) berinisiatif lewat kegiatan “Book A Chance” untuk menggalang rasa kepedulian teman-teman untuk menyumbangkan buku-buku yang masih layak dipakai untuk didistribusikan kepada adik-adik yang mengalami kekurangan akses akan sumber informasi dan pengetahuan.

Sesuai dengan namanya, Book A Chance, ibarat kalian “membukukan” minimal satu kesempatan yang baru bagi mereka yang membaca buku-buku yang kalian sumbangkan. Ya, satu buku itu berarti banyak loh buat mereka, ngga percaya? That’s why it’s time to prove our words, NOW! 😉

Tidak hanya menjadi media bagi teman-teman dalam mendistribusikan buku-buku ke mereka yang berhak menerimanya, tetapi BYM juga turut aktif mengajak baik teman-teman yang turut menyumbang maupun yang belum untuk ikut menyebarkan virus positif yang kita sebut #GilaBaca(silahkan lihat hashtagnya di Twitter @BogorYouthMovt ) lewat virusini kita optimis banget baik adik-adik yang mendapatkan sumbangan buku dari teman-teman maupun kalian sendiri juga makin keranjingansama hobi positif ini 😉 . Seiring dnegan banyaknya buku yang kalian baca dan kalian sumbang ke mereka yang membutuhkan, kegiatan ‘transfer ilmu’ ini juga turut berkontribusi dalam mencerahkan dan mencerdaskan tunas-tunas bangsa Indonesia 😀

Ngga heran dong kalau misalnya suatu hari nanti bakal muncul penulis hebat semacam J.K. Rowling dari adik-adik yang membaca buku-buku sumbangan kalian yang inspiratif?

 

Dare to join us?😉

 

– Kontributor : Aulia Reski Widyaningrum

 

Dengan kaitkata , , , , , ,

#Finance : How to Manage Your Own Money – Part.1

Selamat siang!

Yakk, akhirnya postingan yang ditunggu-tunggu terbit juga di hari Jum’at yang emang ambiance-nya selalu ‘beda’ ini hehe. Sebelumnya, postingan ini merupakan sub-bab (udah kaya buku pelajaran aja hehe) dari bahasan #Resolusi2012 di postingan yang Jum’at minggu kemarin, 27 Januari 2012. Buat yang belum baca, recommended banget untuk dibaca dulu nih 😀

Nah, saatnya kita bahas nih tentang keuangan di 2012 ini, eitts…jangan langsung keder dulu! Mungkin buat yang udah kebiasa boros atau masih ngerasa belum handal mengelola keuangan nih, ngomongin keuangan itu sama dengan membuka aib dan bikin jadi nyesel, hayo ngaku?? Tapi, justru itulah postingan ini hadir untuk menyemangati kalian layaknya cheerleaders di lapangan basket, bedanya kita ngasih beberapa ide dan info yang semoga bisa membantu kamu untuk menemukan solusi ala kamu sendiri, keren kan? 😉

Sebelum kita mengupas ide-ide apa aja sih yang bisa membantu kamu untuk mengelola uangmu sendiri, yuk kita simak contoh kasus alias case-study (istilah kerennya hehe) tentang uang dan keuangan. 😉

(Harap diingat : Uang itu bendanya. Keuangan itu hal-hal yang berhubungan dengan uang. Jangan sampai salah persepsi ya hehe)

KASUS 1 :

Agus adalah siswa sekolah menengah dengan rutinitas sebagai pelajar yang masuk jam 7 – pulang jam 3, anggota OSIS, dan siswa bimbingan setiap sore jam 4 di suatu lembaga bimbingan belajar. Hari Minggu adalah hari dimana dia beristirahat dan sebagian besar juga dihabiskan bermain di luar. Melihat kegiatannya sehari-hari itulah, orang tuanya menjatahkan uang jajan harian dengan harapan uang tersebut akan cukup untuk memenuhi kebutuhannya selama satu hari tersebut. Masalah timbul saat :

  1. Agus merasa uang jajan hariannya itu jumlahnya sangat pas sehingga ia tidak bisa menyisihkan sebagian;
  2. Semakin naik kelas, semakin banyak kegiatannya, tetapi jumlah uang hariannya tetap sama sehingga ia mulai merasa kekurangan uang untuk memenuhi kegiatan-kegiatannya yang lain;
  3. Saat Agus mengajukan uang mingguan bahkan bulanan ke orang tuanya, dengan tegas orang tuanya menolak. Alasannya, Agus belum handal mengalokasikan uang hariannya secara tepat.

Nah, sudah beres kan baca contoh peristiwa Agus (yang sayangnya beberapa ada yang bener kejadian nih sama kita, hayo ngaku hehe) . Oke, sebelum kita membahas ide-ide apa aja yang bisa jadi solusi kita untuk memecahkan 3 masalah di atas, coba kalian pilih salah satu (lebih juga ngga apa-apa…) masalah dari Agus tersebut yang ‘pas ngena’ banget di keseharian kalian.

Oke, sudah selesai milihnya?

Pelajar biasanya memiliki waktu dan dana yang sangat terbatas; mereka harus belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah, belum lagi kalau ikut ekskul atau bimbingan belajar. Hal itu di’perparah’ juga dengan dana yang terbatas, ya alias uang jajan kita, padahal kegiatan yang kita ikuti itu seabrek. Padahal, anak-anak muda seumuran kita punya tenaga tak terbatas, unlimited gitu. Nah, sayang kan kalau semangat yang timbul dari tenaga kita yang meluap-luap itu jadi terhambat hanya karena faktor waktu dan dana yang terbatas?

Dana, alias uang jajan kita, adalah salah satu hal yang megang peran kunci buat kita yang kadang ada saatnya pengeluaran kita banyak-banyaknya dan sebaliknya. Mungkin bukan masalah untuk yang sering dikasih uang jajan yang banyak sama orang tuanya, tapi sebelum terlena sama pemikiran kaya begitu, coba pikir lagi deh…ngga selamanya kan terus-terusan terima uang jajan kilat dari orang tua kita?

Ayo mulai bangun pemikiran yang mandiri! Mumpung masih muda, kenapa ngga kita coba untuk ‘pintar’ mengakali pemasukan-pengeluaran kita? 😉

Sebagai anak sekolah, pemasukan kita biasanya datang darimana aja sih?

1)      Uang jajan dari orang tua (Setuju kan???)

2)      Honor

Contohnya : Honor kerja part-time, honor ngebantuin orang tua, honor jadi tutor belajar, dll.

3)      Hadiah

Contohnya : Uang menang lomba ini-itu, dll.

4)      Keuntungan dari tabungan kita

Yang ini khusus untuk yang punya dan rajin ‘ngisi’ tabungannya, kenapa? Karena dengan terus terisinya saldo tabunganmu, keuntungan yang kamu dapat baik itu dari bunga ataupun bagi hasil Bank akan lebih keliatan ‘naiknya’, bahasa kerennya keuntungan kamu lebih signifikan! (saldo yang meningkat, porsi kamu dapat keuntungan juga makin meningkat dong!) 😉

Dan, biasanya pengeluaran kamu ngga bakal jauh-jauh dari hal-hal berikut ini:

1)      Transportasi

Mau kamu naik angkutan umum atau bawa kendaraan pribadi, pasti ujung-ujungnya ada dana yang keluar.

2)      Jajan

Ini udah termasuk makan, minum, dan ngemil lho!

3)      Biaya tak terduga (saking tak terduganya, kamu jarang memperhatikan pengeluaranmu untuk hal-hal ini)

Contoh : Uang kas kelas, uang iuran ekskul, uang beli pensil dan alat-alat tulis lainnya, uang fotokopi kertas tugas atau kertas soal, dll.

Nah, bagaimana? Adakah beberapa poin di atas yang nyangkut di hati kalian hehe…?

Sekarang gimana sih bagusnya kita nih yang anak sekolahan, yang notabene belum punya penghasilan pasti, mampu untuk mengontrol dan memonitor pemasukan serta pengeluaran kita?

Oke, sebelumnya….siapkan kertas coret-coret ya (atau bahasa kerennya kertas otretan hehe). Buat apa? Masih nanya aja nih, tentu aja kita bakalan sedikit bermain dengan angka, ehem! Kita akan nunjukkin gimana caranya buat ‘ilustrasi keuangan’ , hal ini bakalan ngasih info ke kamu tentang kemana aja uang-uangmu lari dari genggaman tanganmu hehe…

Pertama : Tuliskan semua sumber pemasukan kamu dan tuliskan berapa jumlahnya.

Maksudnya, tuliskan darimana aja kamu bisa dapat uang. Contoh, uang jajan, honor jadi tutor, dll.

Kedua : (Setelah langkah pertama) Urutkan dari atas ke bawah, mana-mana aja dari sumber pemasukan kamu itu yang paling konstan alias tetap ‘menghasilkan’ pemasukan ke kantongmu.

Contohnya :

1. Uang jajan = Rp 25.000,00

2. Honor tutor = Rp 15.000,00/jam

Ketiga : Tuliskan semua hal-hal yang memungkinkan kamu untuk keluar uang. Inget, tulis apa aja yang terlintas di otakmu! 😉

Keempat : (Setelah langkah ketiga) Urutkan dari atas ke bawah, mana-mana aja yang jadi sumber pengeluaran tetap kamu. Jumlahkan semua totalnya!

Kelima : Lihat lagi catatan pengeluaran kamu, mulai coret hal-hal yang bukan jadi prioritas pengeluaran kamu. Jumlahkan totalnya kemudian, bandingkan dengan total pengeluaran yang kamu hitung pertama kali. Bakalan beda banget bukan? 😉

Bingung gimana buatnya? Nah, teman-teman bisa lihat contohnya di spreadsheet yang bisa diunduh di sini (link)

Nah, dengan lima langkah simpel di atas, kamu bisa tahu kemana aja uang-uangmu mengalir selama ini hehe… Tentunya kamu belajar juga untuk jujur sama diri kamu sendiri saat kamu menuliskan apa-apa aja sih yang bikin kamu cepet keluar duit, iya kan? Soalnya, kalau kamu ngga jujur sama diri kamu sendiri, toh kamu sendiri yang bakalan rugi karena, selamanya kamu bakalan ‘tutup mata’ terus sama pengeluaran kamu sendiri, rugi banget kan?

Dengan kaitkata , , ,

#Resolusi2012 : Hemat Pangkal Kaya!

Selamat pagi!

Thanks God It’s Friday 🙂

Akhir pekan begini memang paling asik kalau jalan-jalan bareng sama teman-teman atau hanya sekedar ‘ngumpul’ dan ngobrol-ngobrol bareng entah itu di rumah teman atau yang paling umum di coffee shop. Nah, kalau udah hang-out ke tempat-tempat seperti mal ataupun kafe, mau ngga mau pasti keluar beberapa puluh ribu kan? Dan, bukan hal yang heran lagi kalau kadang, kantong kita sudah ‘kering’ duluan padahal weekend mau jalan-jalan nih.

Pas banget, kali ini The BYM Weekly bakal mengulas habis-habisan nih tentang gimana kamu, as a youth, mengelola uangmu dengan bijak? Well, kita bukan pakar keuangan yang ahli, tapi kita berharap semoga ide dan info-info yang berhasil kita rangkum ini bisa berguna buat kamu-kamu semua 😉 . Sebelumnya admin dari SocialMedia BYM punya cerita nih…

Suatu waktu, admin tengah mendengarkan curhatan teman satu sekolahnya, teman baiknya itu membicarakan tentang berapa puluh juta yang udah dia habiskan sejak dari SMP hingga sekarang. Alasan kenapa temannya berbicara seperti itu karena dia merasa sangat boros sekali sejak beranjak dari bangku SD.

Nah, coba bayangkan, kalau saja sedari dini kita sudah bisa merencanakan bagaimana uang kita bisa kelola dengan baik, mungkin saat ini kita udah, setidaknya, mampu untuk membeli apa yang kita inginkan secara mandiri, tanpa membebani orang tua kita. Banyak cara yang biasa kita lakukan untuk menghemat dan menambah jumlah uang kita, biasanya sih seperti ini…

1)      Menyisihkan uang sehari-hari

2)      Nabung di bank

3)      Nahan ngga jajan ini-itu demi barang yang mau dibeli

Tapi sadar ngga nih teman-teman, kalau kadang banyak kelemahan yang kita lakukan dari beberapa hal yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya ngga ada yang salah dengan tiga hal baik di atas, kadang kitalah yang salah dalam ‘memperlakukan’ uang kita sebagai aset lho. Berikut kesalahan-kesalahan umum yang paling sering dilakukan…

1)      Menyisihkan uang sehari-hari

a.Kadang ngga tentu berapa besaran uang sering disisihkan;

Biasanya –> Kalau lagi rajin, bisa menyisihkan banyak banget lembaran rupiah. Kalau lagi ‘males’, paling cuma nyisihin selembar dua lembar uang ribuan, iya kan?

How to solve  –> Mulai tetapin berapa besar kamu mau nyisihin per harinya, ingat tetapkan semasuk akal mungkin, jangan sampai kamu kebawa mood mau nyimpen sebanyak mungkin uang yang tersisa di kantongmu dengan bayangan beberapa bulan kemudian kamu bakal punya banyak uang. Ingat, lebih baik sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Asal kamu mulai terbiasa menyisihkan uangmu dengan nominal tertentu, berapapun besarannya kamu engga bakal terbebanin kalau suatu saat kamu ingin ‘menaikkan’ nominal uang yang mau kamu sisihkan 🙂

b. Kurang kuatnya tujuan kita untuk menyisihkan uang tersebut

Biasanya –> Kita kadang menyisihkan uang hanya untuk berusaha hemat aja loh, ngga ada tujuan yang pasti banget uangnya mau diapain.

How to solve –> Cari tahu apa sih yang mau kamu miliki dengan usaha kamu sendiri? Selalu ada kepuasan tersendiri loh saat kita bisa beli dengan usaha kita sendiri. Kalau misalnya barang yang mau kamu beli itu harganya sampai jutaan (atau mahal banget untuk ukuran kamu), nah jadikan hal tersebut sebagai pemicu kamu untuk makin rajin dan giat nabung! 🙂

c. Kalaupun udah punya tujuan kenapa harus menyisihkan uang, kadang saat tujuannya tercapai uang yang kita sisihkan lebih sering ‘amblas’ tiba-tiba tanpa pernah disisakan sebagian.

Biasanya –> Karena ngerasa kita udah berusaha ‘menyimpan’ uang tersebut, kadang kita ‘kalap’ untuk menghabiskan uang tersebut tanpa sadar loh.

How to solve –> Sebelum tujuan kamu udah tercapai (beli barang yang kamu pengen dengan uang kamu sisihkan), rajin-rajinlah seraching tentang diskon atau mungkin promo-promo tertentu yang biasa ditawarin untuk barang yang mau kamu beli itu. Setidaknya, kamu bisa menghemat beberapa puluh bahkan ratus ribu kan? 😉

2)      Nabung di bank

a. Kadang kamu malas buat cetak buku tabungan ke bank

Biasanya –> Karena secara psikis, kita engga mau lihat saldo kita yang berkurang di bank, jadi kita malas buat mengecek berapa jumlah saldo kita bulan ini. Padahal perlu loh!

How to solve –> Tulis di selembar kertas saldomu bulan ini, tempel di depan meja belajar atau di temapt yang terlihat oleh kamu. Dengan terus mengingat berapa jumlah saldo rekeningmu, kamu ngga bakal males buat cetak buku tabunganmu soalnya kamu udah hafal sama saldo terakhirmu hehe.

b. Kamu rajin ke bank sebulan sekali nambah saldomu, supaya rekeningmu ngga mati

Lah apa salahnya dengan hal di atas? Memang seharusnya begitu kan, eitss…tunggu dulu!

Biasanya –> Kamu ngelakuin hal itu dengan alasan biar rekeningmu ngga mati, tapi itu artinya kamu ‘hanya’ jadi penabung yang pasif, kamu ngga mencoba untuk teliti dengan pembagian bunga ataupun bagi hasil keuntungan dari bank atas saldomu itu.

How to solve –> Mulai biasakan mencatat setiap keuntungan yang kamu dapat tiap bulannya dari bank bisa berupa bunga tabungan atau bagi hasil alias nisbah tabungan (nisbah berlaku untuk bank dengan sistem syariah). Coba kamu tulis setiap bulannya dan pada akhir tahun…voilaa, kamu bisa memprediksi berapa keuntungan yang kamu dapat untuk tahun depan. Lumayan kan? 🙂

Butuh ilustrasi alias penggambaran gimana kamu bisa mengkalkulasikan keuntunganmu dari rekening tabunganmu? Ulasan lebih lengkapnya akan dikupas dalam posting berikutnya, tetep disimak ya teman-teman 😉

3)      Nahan ngga jajan ini-itu demi barang yang mau dibeli

Hal yang umum dilakukan, ngga hanya kita aja, tetapi juga kebanyakan orang. Dan ‘kesalahan-kesalahan’ umum yang biasa kita lakukan…

a. Sekalinya udah nemu barang yang kita cari, normalnya kita bakal menghabiskan uang yang kita simpan untuk membeli barang tersebut, nah ‘kekeliruan’ yang biasa kita lakuin adalah kita kurang teliti untuk membandingkan barang yang dijual di toko A sama toko yang lainnya, biasanya barang-barang yang harganya ‘lumayan’ itu pasti suka ada promo-promo diskon kan dan tiap-tiap toko pasti punya penawaran yang berbeda untuk barang yang sama loh.

Biasanya –> Saking senengnya udah ketemu sama barang yang kita cari, kita dengan mudahnya ‘lupa daratan’ sampai lupa sama promo atau diskon yang ditawarkan toko-toko lainnya.

How to solve –> Biasakan seminggu sebelum kamu membeli barang yang kamu inginkan (setelah uang kamu terkumpul ya!), coba deh rajin-rajin searching tentang promo atau diskon khusus barang yang kamu pengen beli dari berbagai macam toko atau vendor. Lumayan kan bisa irit puluhan sampai ratusan ribu? 😉

Buat yang punya kartu debit ATM bank tertentu, coba manfaatkan diskon-diskon yang mungkin ditawarkan secara khusus bagi kamu yang membayar melalui debit-payment, biasanya diskon yang ditawarkan lewat pembayaran semacam ini berkisar dari 10% – 30% , lumayan (banget) kan? 😀

Buat yang ayah, ibu, atau mungkin kakaknya punya kartu kredit, yuk manfaatkan beragam diskon yang biasanya emang banyak banget ditawarkan untuk pembayaran dengan kartu kredit. Tapi, karena pembayaran dengan kartu kredit umumnya riskan kalau bukan dilakukan dengan pemilik kartunya jadi, sebelumnya jangan lupa minta izin sama ayah, ibu, atau mungkin kakakmu kalau mau pakai kartu kredit. Tentu saja, jangan lupa ganti uang mereka ya hehe :p

b. Kalaupun kamu belum nemu barang yang kamu cari, tapi berhubung kamu udah nyari-nyari barang tersebut, tetep aja kaan…itu membutuhkan tenaga dan BIAYA alias uang lagi kan? 😉

Biasanya –> Kita selalu terperangkap sama pola pikir kalau barang yang bakal kita beli itu engga bakal langsung hilang di pasaran, apalagi kalau barangnya branded. Hmm…engga selalu begitu loh.

How to solve –> Kira-kira saat uangmu itu mulai terkumpul sepertiganya, nah sisihkan kira-kira sebulan atau minimal dua minggu sebelum kamu membeli barang yang kamu inginkan itu. Hal ini mengurangi potensi kamu kecapean gara-gara barang yang kamu itu sold-out alias udah habis stoknya. Hal ini juga bikin kamu mungkin aja menemukan beberapa toko yang menyediakan penawaran khusus untuk produk yang kamu pengen itu, asik kan? 😉

c. Kalaupun pada akhirnya kamu ngga nemu barang yang kamu cari itu, uang yang udah kamu simpan selama waktu tersebut sebagian besar kemungkinan bakalan berakhir sebagai ‘pengeluaran tak terduga’ , secara psikis kamu bakal menganggap uang tersebut adalah ‘kelebihan’ uang yang boleh kamu apa-apain (“Kan gue udah cape-cape ngumpulin ini duit,” à biasanya mikirnya begini nih).

atau…

Kalaupun pada akhirnya kamu ngga nemu barang yang kamu cari itu, biasanya kamu bakal beli barang lain yang kurang lebih sama dengan barang yang kamu cari tersebut alias barang substitusi. Well, ngga salah sih…tapi coba pikirin buat apa kamu nahan-naha ngga jajan kalau pada akhirnya kamu malah membeli barang yang beda dari apa yang kamu rencanain?

Biasanya –> Kita ‘terperangkap’ sama pola pikir “Yaudah gapapa kok, ngehabisin selembar dua lembar, uang kita-kita ini,” .

How to solve –> Kalau udah terjebak dan dihadapkan sama situasi yang ngga pasti ini, yap ngga pasti soalnya kita ngga ketemu sama barang yang kita cari-cari itu, nah saatnya uang yang udah terkumpul itu bisa dialihkan ke tabungan kita. Jangan pilih tabungan yang biasa, pilih tabungan berjangka alias tabungan rencana, kamu bisa pilih berapa lama periode kamu mau menyimpan uang kamu ini dan selama waktu tersebut kamu engga bakalan bisa menarik uang dari rekening tabungan rencanamu itu. Well…sounds creepy? Eittss…tapi, tabungan rencana biasanya memiliki bunga atau bagi hasil/nisbah yang rasionya lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Nah, tetapkan mau berapa lama kamu menyimpan uangmu, semakin lama semakin banyak waktu untuk uangmu tumbuh berkembang di rekeningmu itu. Bagusnya, saat kamu nanti berhasil nemuin barang yang kamu mau beli itu, kamu bisa pilih;

1. Kamu bisa menutup tabungan rencanamu itu dan mengambil uangnya untuk membeli barang tersebut (soalnya sekali kamu menarik uang di tabungan rencana, konsekuensinya kamu harus menutup rekeningmu di situ) atau…

2. Kamu tetep bisa melanjutkan tabunganmu itu. Konsekuensinya, kalau mau tetep mau melanjutkan tabunganmu itu (padahal kamu udah nemu barangnya nih) mungkin kamu bakal kehilangan barang favoritmu itu, tapi kalau nanti ada barang yang lebih baru dan bagus lagi kamu bisa beli langsung dan mungkin saja saat itu keuntungan dari tabungan rencanamu udah tumbuh lebih subur! 😉

Yap! Gimana ilustrasi kita terhadap beberapa ‘kebiasaan-kebiasaan’ umum yang mungkin kamu pernah temui/lakuin yang berhubungan dengan beberapa hal yang udah kita bahas di atas itu? Sama persiskah atau kamu sama sekali ngga termasuk dalam kategori-kategori di atas? Buat yang ngga termasuk dalam kategori di atas, kita ucapin selamat! Karena itu artinya kurang lebih kamu udah bisa mengatur pemasukan dan pengeluaranmu sendiri hehe 🙂 Buat yang belum, sabar ya, engga pernah ada kata ‘terlambat’ untuk perubahan yang lebih baik kok, apalagi kalau udah menyangkut keuangan ya hehe.

ditulis oleh Aulia Reski Widyaningrum untuk The BYM Weekly

Dengan kaitkata , , , , ,

#Resolusi2012 : Awal yang Baik, Kebiasaan yang Baik, Hidup yang Lebih Baik!

Selamat pagi!

Tahun baru, semangat baru!  😀

Seperti yang sudah dijadwalkan dari meja tim Social Media BYM, kali ini The BYM Weekly hadir secara rutin setiap Jum’at pagi untuk terus ‘membakar’ semangat teman-teman semua menjadi luapan ide yang bisa dibagi dan dilakuin bareng-bareng. Justru, karena Jum’at adalah hari dimana weekend dimulai, tim Social Media BYM merasa ini adalah momen yang pas untuk menelurkan rangkaian tulisan dan update terbaru mengenai movement activities kita semua.

Yap. Sesuai dengan topik bahasan kita di Twitter (follow kami di @BogorYouthMovt ya!) tentang #Resolusi2012 dan sudahkah kita semua menjalankan resolusi yang kita buat…atau malah belum sempet buat resolusi sama sekali? Nah, kami berinisiatif untuk memberikan ide-ide mengenai resolusi yang semoga bisa menginspirasi teman-teman semua 🙂

Awak Social Media BYM sudah mengurutkan beberapa poin yang bisa dikembangkan jadi beragam resolusi yang engga cuma jadi target akhir tahun aja bahkan beberapa di antaranya bisa jadi kebiasaan baik lho?! Dan, inilah beberapa poin #Resolusi2012 yang kami angkat ke meja redaksi…

1)      Keuangan / Finance

2)      Kesehatan / Health

3)      Kreatifitas / Creative

4)      Self-management (kalau di Twitter, cari yang hashtag topiknya #SelfMgmt ya!)

5)      Minat / Passion

Nah, sudah baca kelima-limanya kan? Bisa dibaca di Twitter lho dan setiap minggunya kita akan rangkum setiap feedback maupun ide-ide dari  teman-teman mengenai masing-masing topik di atas.

Kenapa mesti lima topik tersebut?

Hmm….dari redaksi memang tidak ada alasan yang njelimet tentang hal tersebut, tapi berangkat dari pengamatan sehari-hari tentang hal-hal yang berhubungan dengan kita sebagai anak muda, kelima hal di atas sangat representatif (alias mewakili) dan tentu saja hal ini sangat umum sekali.

Kenapa kita angkat topik yang lumayan ‘berat’ seperti keuangan?

Sadar engga nih, kalau seumuran kita biasanya rentan boros bahkan mungkin pernah mengalami yang namanya defisit (alias bokek hehe…) , nah untuk itu kita memfokuskan topik ini di bagian “Top 5 #Resolusi2012” versi BYM. Kita merasa pentingnya kesadaran akan ‘kesehatan finansial’ perlu dipupuk sejak dini, yaah…umuran kita begini. Nah, apa sih maksudnya ‘sehat secara finansial’ itu? Mau tahu kelanjutannya kan, yuk silahkan dibuka halaman postingan #Resolusi2012 kita yang ngebahas tentang Keuangan ini!

— ditulis oleh SocialMedia BYM untuk The BYM Weekly

Dengan kaitkata ,

A Bug’s Life –> The Power of Movement

Selamat sore menjelang malam!

Suatu pagi di bulan sebelumnya, salah satu stasiun TV kembali menayangkan sebuah film, animasi yang lahir tahun 1998. Sebuah produksi dari Disney yang berjudul…

A Bug’s Life
Film yang mengisahkan seekor semur yang hidup di sebuah pulau kecil; sebenarnya berbentuk bongkahan tanah yang terpisah dari bagian tanah yang lain oleh genangan luas air. Si semut yang bernama Flik ini hidup bersama koloni semutnya yang besar bahkan dengan kekuatan massivenya mampu mengumpulkan makanan untuk persediaan jangka panjang yang sayangnya, pekerjaan mereka yang mengumpulkan makanan ini tak lebih dari akibat dari ancaman sekelompok jangkrik jahat.

Sudah kebayangkan alur ceritanya seperti apa (terumata buat yang sudah menonton ya hehe)?

Ada tiga poin yang bisa kita ambil dari cerita yang sarat makna ini:

1) Rasa ingin tahu ditambah dengan pede yang gede banget 🙂

2) Pantang menyerah, bahkan bisa dibilang gengsi untuk menyerah duluan 😀

3) Semangat yang menular ke orang-orang di sekitarnya

A Bug’s Life bisa dikatakan sebuah ilustrasi sederhana tentang bagaimana seekor semut menggerakkan hati setiap semut yang ada di koloninya, bukan hal yang mudah buat si kecil Flik yang dianggap pemimpi sekaligus pembual oleh sebagian besar koloninya. Pembual, karena setia alat penemuannya selalu menimbulkan masalah dari yang konyol hingga merepotkan seluruh koloninya. Tapi, Flik tetaplah Flik, dia pantang menyerah untuk membuktikan bahwa dirinya mampu berkontribusi untuk koloni mungilnya, hingga pada akhirnya justru ide gila-nya lah yang berhasil menyelamatkan seluruh warga koloni semut dari serangan sekelompok jangkrik kejam.

Nah, lihat kan?

Mudah banget nih untuk menyimpulkan bahwa begitulah pergerakan (alias movement) mengawali dan melakukan hal-hal yang entah itu perubahan, pembaharuan, atau bahkan perlanjutan dari hal-hal yang belum maupun sudah ada sebelumnya. Hmm, kedengerannya seperti ribet dan berat untuk dimulai dan memulai?

Kalau seekor semut kecil saja bisa menggerakkan hati seluruh koloni semutnya, masa kita yang seorang manusia kalah sih sama Flik?

Ayo mulai aksimu! 🙂

“The BYM Weekly”

Selamat malam! 🙂

Kami dari Bogor Youth Movement dengan bangga menerbitkan sebuah portal jurnalistik mingguan melalui blog ini, namanya seperti yang tertera di atas…

The BYM Weekly

Kali ini Bogor Youth Movement akan tampil dengan artikel mingguan kami di portal blog ini, sebagai tambahan artikel ini juga mengulas current issues, fenomena global, dan juga informasi-informasi yang sekiranya akan menjadi tambahan pengetahuan bagi para viewers Bogor Youth Movement.

The BYM Weekly. Kenapa judul ditulis dalam bahasa Inggris?

Karena informasi yang kami tulis dalam artikel tak lain juga berasal dari keadaan di lingkungan sekitar yang kita sadari tiap inci dari kehidupan manusia telah masuk dalam era globalisasi. Karena itu, perlunya globalisasi dalam upaya menyuarakan opini maupun suara dalam mendukung aktivitas maupun, dalam hal ini, aksi di sebuah pergerakan sangat diperlukan agar dampak positifnya pun dapat dilihat dan diaplikasikan langsung oleh para viewers.

Karena itu, dengan segala kerendahan hati kami sebagai penulis di The BYM Weekly, kami mengharapkan dukungan para viewers baik dari segi saran maupun kritikan.

The BYM Weekly terbit setiap Jum’at

 

 

Yes! Thank God, It (The BYM Weekly) is (every) Friday!  😀

Selamat membaca! 🙂

Mudik + Ketupat = Lebaran

Selamat malam, kawan!
Malam ini merupakan malam kedua dari penanggalan 1 Syawal 1432 H yang ditentukan oleh pemerintah. Penuh pro-kontra memang, tetapi akan terlalu sia-sia loh kalau kita hanya berkutat tentang masalah…

Kapan lebaran?

Loh kamu kok lebarannya besok?

Ya, kalimat (yang tak jarang bernada sumbang) di atas yang sering ditemukan di sela-sela ucapan maaf-memaafkan dan saling bernostalgia tentang Ramadhan yang lalu. Hmm, jadinya malah merusak kualitas hari raya Idul Fitri yang hanya sekali setahun ini, bukan?

Bicara tentang lebaran, Indonesia selalu (dan akan selalu) menjadi tempat yang terlupakan bagi teman-teman yang selama ini merasakan atmosfer nyaris tanpa sunyi selama Ramadhan dan juga saat lebaran.
Saking uniknya, Aulia Reski Widyaningrum yang tengah menilik timeline twitternya pernah membaca uneg-uneg temannya yang pernah menghabiskan masa SMA-nya di Australia.
Bahwa…

Lebaran di Indonesia itu berbeda

Gue bela-belain deh pulang ke Indonesia, demi ngerasain bulan puasa yang ngangenin

Lihat kan? 🙂
Indonesia terlalu kompleks dan multi dari segala yang multi untuk bisa disebut unik dan hal itu juga yang akan sangat terasa bagi teman-teman yang merayakan lebaran di tanah bernama Indonesia ini.

Dua hal berikut ini yang selalu berhasil bikin kita semua setuju kalau Indonesia dan segala hal di dalamnya memang ajaib untuk membuat kita semua selalu rindu sama Indonesia…

Mudik + Ketupat = Lebaran

Dua hal umum yang selalu dibicarakan tiap ibu-ibu yang mulai sibuk menganyam daun pohon kelapa, anak yang bertanya kapan mulai mudik, dan sebagainya. Dan, ya, itu semua sangat Indonesia sekali 🙂

Bahkan, kalau tidak berkesempatan untuk mudik, sebagian orang merasa lebarannya belum berasa , seperti cuplikan twit dari Vidi Aldiano berikut ini…

Ah, gue pengen mudik. Lebaran banget. Tapi gimana dong, keluarga gue semua di Jakarta…hahaha

Selamat hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah, kawan! 🙂

MDGs = Millenium Development Goals

See the goals?
Yes, it’s MDGs for Millenium Development Goals 🙂

Apa sih sebenarnya Millenium Development Goals itu?
Kalau dulu teman-teman sering melihat acara Save Our Nation di Metro TV, ya tepat sekali! Acara tersebut menjelaskan dan juga membahas tentang Millenium Development Goals, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Sasaran Pembangunan Millenium, terutama yang terfokus pada bidang-bidang kehidupan di Indonesia.

Millenium Development Goals (MDGs) yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB-United Nation (UN) dimana menghasilkan sebuah deklarasi yang berisi delapan tujuan dari MDGs itu sendiri. Deklarasi ini ditandatangani oleh 147 negara dimana MDGs ini diadopsi dari 189 negara. Luar biasa banyak bukan?

MDGs berawal dari dijabarkannya beragam tantangan dalam sebuah Deklarasi Milenium di New York pada saat Konferensi Tingkat Tinggi, September 2000. Lalu apa sih sebenarnya isi dari MDGs itu?

Berikut adalah delapan tujuan yang tergabung dalam Deklarasi Milenium PBB yang diupayakan akan tercapai pada tahun 2015 nanti;

1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan
a. Pendapatan populasi dunia sehari $1
b. Menurunkan angka kemiskinan
2. Mencapai pendidikan dasar secara universal
a. Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar
3. Mendukung adanya persaman gender dan pemberdayaan perempuan
Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
4. Mengurangi tingkat kematian anak
Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
5. Meningkatkan kesehatan ibu
Target untuk 2015: Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan
6. Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
Target untuk 2015: Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya.
7. Menjamin daya dukung lingkungan hidup
Target:
a. Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan
Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat
Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh
8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
Target:
a. Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
b. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
c. Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang.
d. Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.
e. Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda
f. Dalam kerja sama dengan pihak “pharmaceutical”, menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang
g. Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan kaitkata , , ,

Book A Change!

Selamat siang!

Siang hari di Sabtu terakhir di bulan Ramadhan ini terasa sedikit berbeda ketika Founder sekaligus Program Director Bogor Youth Movement (BYM), Aulia Reski Widyaningrum menghitung kembali jumlah pengumpulan buku yang berada di rumahnya, yang berasal dari teman-teman di daerah Bogor dalam aksi sosial perdana dari BYM, Book A Change!

Bersama teman-teman aspiratif yang tergabung dalam Main Staff; Michael Jourdan , Mardiah Chalisah Fathi , Rio Satria Nurfarissi , Aristyo Dwi Putro , Astrie Jenie perencanaan aksi ini dilakukan kurang lebih seminggu. Fokus kami adalah berbagi di samping momentum yang tepat di bulan Ramadhan juga karena berawal dari obrolan singkat kami mengenai betapa banyaknya buku yang statusnya ‘menumpuk’ di rumah, terutama buku pelajaran semasa SD, SMP, bahkan SMA. Oleh karena itu, ide penyumbangan buku ini diluncurkan dan diutamakan untuk pengumpulan buku pelajaran. Kenapa?

Ada dua hal yang menjadi alasan kuat bagi kami untuk menjadikan aksi Book A Change ini menjadi aksi bulanan yang berkelanjutan:
1. Buku = Kebutuhan
Tanpa disadari, buku menjadi kebutuhan bagi setiap orang, entah seseorang itu memiliki hobi membaca atau tidak. Kebutuhan manusia akan informasi baik itu berasal dari buku, majalah, koran, dan lain sebagainyalah yang menjadi semangat bagi kami dalam berbagi melalui buku.

2. Buku = Akses
“Buku adalah jendela dunia” . Pepatah lama ini memang tidak pernah lekang oleh zaman dan sangat benar bila dikaitkan dengan akses itu sendiri. Buku menjadi akses bagi orang-orang yang mampu memilikinya dan bisa memanfaatkannya namun, pada kenyataannya di luar sana beberapa orang-orang, selain ada yang tidak mampu membelinya, hanya sekedar membaca tanpa pernah memanfaatkannya secara efisien. Ilmu yang didapat dalam buku tersebut hanya sekedar menjadi obat ‘pengusir rasa penasaran’ tanpa pernah ada keinginan untuk mem-‘follow-up’nya menjadi aksi yang nyata. Kami percaya, buku adalah akses dan jendela bagi orang-orang yang ingin merealisasikan intisari dari bacaan tersebut.

Book A Change sendiri hadir sebagai salah satu wadah di antara sekian wadah aksi kreatif dan mudah dilakukan (replicable) dari Bogor Youth Movement (BYM) dalam misi untuk kembali menggugah kecintaan kita semua untuk membaca dan berbagi.

Hal tersebut sangat relevan dengan nama dari aksi ini, Book A Change!

Book your own change, even it’s from your single book!

Selamat berkarya!

Dengan kaitkata , , ,

Anak Muda dan Kekuatannya –> ‘Movement’ = Pergerakan

Apa yang ada di benak kalian, saat mendengar kata-kata berikut ini,

Anak muda…

Perubahan…

Dua hal di atas sebenarnya saling berkaitan loh teman-teman, coba ingat deh, anak muda selalu menjadi ‘motor penggerak’ dari setiap coretan sejarah bangsa. Anak muda memainkan peranannya di saat pihak yang dianggap ‘tua’ mendominasi setiap pengambilan keputusan. Hmm, lantas apa anak muda cuma berkutat di perannya saja sebagai ‘pemuda’?

 

Nope!

Anak muda pun turut berkontribusi loh!

Masih segar di ingatan kita semua, terutama untuk kalian-kalian yang pelajaran Sejarahnya lagi membahas tentang Masa Pergerakan Awal Indonesia, ya betul!

Boedi Oetomo. Jong Java. Jong Sumatranen. Jong Ambon.

Masih banyak lagi perkumpulan pemuda, dimana anak-anak muda Indonesia dengan segala kesadarannya dan kekritisannya atas tanah air yang ditapakinya inilah yang menjadi ‘dinamo perjuangan’ bangsa kita. Dinamo yang engga pernah berhenti menyuarakan suara kebebasan hak rakyat Indonesia yang berujung ke arah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan kalangan ‘tua’?

Justru, merekalah yang menjadi pemicu semangat bagi kalangan muda yang ‘tak mau kalah’ berkontribusi sebagaimana kalangan tua. Dengan kata lain….

Yang muda, yang aktif bergerak dong dan engga cuma diam menunggu sesuatu yang baik datang

Dari uraian di atas kita bisa tarik kesimpulan bahwa anak muda MEMANG dan SELALU ‘punya’ energi lebih yang bakal sangat disayangkan kalau engga disalurkan ke arah yang positif. Inilah yang menjadi kekuatan dari anak muda.

Kekuatan yang pernah menuntun bangsa kita menuju beragamnya aksi-aksi berdampak positif yang berawal dari….

Pergerakan.

 

“Movement is far away better than just organization,

Movement unites people’s heart”

(Anies Baswedan)

 

Dengan kaitkata , , ,